Melonjak 50%, Investasi Real Estate Global Capai US$ 316 Miliar

Melonjak 50%, Investasi Real Estate Global Capai US$ 316 Miliar

- detikFinance
Kamis, 20 Jan 2011 17:38 WIB
Melonjak 50%, Investasi Real Estate Global Capai US$ 316 Miliar
Jakarta - Volume investasi langsung real estate global selama tahun 2010 mengalami lonjakan hingga 50% menjadi US$ 316 miliar dari transaksi di tahun 2009 sebesar US$ 209 miliar. Angka tersebut diprediksi tumbuh lagi 25% di 2011.

Analisa Global Capital Flows dari Jones Lang LaSalle mengungkapkan, volume investasi langsung real estate komersial global melonjak akibat aktivitas di sejumlah pasar kunci selama semester I-2010 dan melonjaknya aktivitas investasi pada kuartal IV-2010.

Aktivitas investasi real estate global selama kuartal IV-2010 tercatat melampaui angka US$ 100 miliar, menembus angka tertinggi sebelum krisis pada 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada awal 2010, kami memperkirakan total volume mendekati US$ 300 miliar dan pada kuartal IV-2010 melebihi perkiraan kami," ujar Arthur de Haast, kepala International Capital Group dari Jones Lang LaSalle dalam rilisnya, Kamis (20/1/2011).

Ia menambahkan, setelah melewati krisis finansial, volume investasi langsung real estate global diprediksi akan berlanjut di 2011 dengan pertumbuhan 20-25%.

Volume investasi langsung secara global sudah menunjukkan peningkatan pemulihan di 2010. Kawasan Amerika dan Eropa yang pada tahun 2008 dan 2009 mengalami penurunan akibat krisis sudah menunjukkan rebound yang kuat.

Untuk kawasan Asia Pasifik, pada tahun 2010 nilai investasi langsung mencapai US$ 83 miliar, naik 25% dibandingkan tahun 2009. Pasar-pasar kunci bagi pertumbuhan yang signifikan itu ditopang oleh Singapura (219%), Australia (77%), China (41%), dan Hong Kong (28%).

Volume investasi pada kuartal IV-2010 meningkat 17% menjadi US$ 23 miliar dan naik 24% jika dibandingkan kuartal IV-2009.

"Meningkatnya aktivitas investasi merefleksikan membaiknya fundamental pasar di berbagai kawasan dan percepatan persewaan pertumbuhan di beberapa pasar," jelas Suart Crow, kepala pasar modal Asia Pasifik.
(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads