"Kami dari Century21 dengan brand internasionalnya, tentunya orang asing ketika akan membeli, mencari tahu di mana bisa berhubungan. Kami memiliki peluang lebih besar dibandingkan dengan brand lokal," kata Direktur Century21 Indonesia Meiko Handoyo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/1/2011).
Handoyo menambahkan minat orang asing untuk memiliki properti di Indonesia, harus didukung dengan regulasi yang bisa memberikan kepastian lama memiliki yaitu paling tidak dengan hak pakai selama 70 tahun sekaliguas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting bagi asing berapa lamanya," katanya.
Ia mengatakan harga properti di Indonesia termasuk yang paling murah dengan tingkat pengembalian atau yield yang cukup tinggi.
Jika dibandingkan dengan di Singapura di mana kepemilikan asing bisa sampai 90 tahun, walaupun harganya 10 kali lipat di Indonesia dengan yield lebih rendah, justru orang asing lebih melirik Singapura.
Mengenai kinerja Century21 Indonesia di 2010, telah mengalami pertumbuhan transaksi hingga 70% dari realisasi transaksi di 2009 yang hanya Rp 4 triliun. Sedangkan di 2011 ini, Century21 hanya menargetkan pertumbuhan transaksi hanya sebesar 30%.
"Tahun 2009 memang kondisi pasar properti tak baik, sehingga terjadi lonjakan di 2010," katanya.
Di 2010 transaksi Century21 berasal dari secondary market (properti bukan baru) yang mengambil porsi 75%. Sementara untuk primary market (properti baru) hanya 25%.
Dari capaian itu penjualan properti rumah tinggal menempati posisi 55%, properti rumah toko atau rukan 17% dan apartemen 15%. Penjualan Century21 terbanyak di Jabodetabek, di mana Tangerang menyumbang 24% dan Jakarta Barat 22%.
Century21 Indonesia merupakan perusahaan broker properti berada di bawah naungan anak usaha Ciputra Group, sebagai pemegang master franchise regional di Indonesia atas nama merek Century21 yang merupakan merek broker properti dari AS.
(hen/dnl)











































