Demikian disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar usai pelantikan Komisaris dan Direksi PT Kereta Api Indonesia dan Direksi Perum Bulog di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/1/2011)
"BUMN Tower masih ide awal, belum masuk program dan belum masuk RKAP. Tapi sudah ada yang mengajukan ide-idenya seperti dari swasta itu ada Tomy Winata dari Artha Graha yang baru menyerahkan gambar. Ada Adhi Karya dan Hutama Karya juga yang menyerahkan gambar. Sementara Ciputra sudah menyerahkan maketnya," tutur Mustafa .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk investasi, kalau dari Ciputra ada 5 bangunan atau tower yang ditawarkan. Masing-masing tower dananya sekitar Rp 1 triliun. Tapi kalau Tomy Winata menyebutkan ada 1 sampai 2 tower, namun dananya belum, karena dia lebih melihat kombinasi antara Artha Graha dengan BUMN," kata Mustafa.
Untuk lokasinya, dikatakan Mustafa ada beberapa yang sedang dilirik. Antara lain lahan RNI (Rajawali Nasional Indonesia) yang seluas 14 hektare di Pancoran.
"BUMN karya juga ada yang mengusulkan dan kerjasama dengan Taspen. Nanti yang dipilih adalah dari segi ide dan kreativitas. Namun BUMN sangat antusias. Kalau lancar maka tahun ini bisa jadi tahun perencanaan," tukas Mustafa.
(dnl/qom)











































