Apartemen Bersubsidi Laris Manis

Apartemen Bersubsidi Laris Manis

- detikFinance
Senin, 07 Feb 2011 08:10 WIB
Jakarta - Apartemen subsidi laris manis bak kacang goreng. Para pengembang yang menjual apartemen bersubsidi ini nyaris bisa menjual seluruh 'dagangannya' karena konsumen tertarik harganya yang tidak terlalu mahal dengan lokasi yang cukup menggiurkan.

Salah seorang pegawai bagian Pemasaran Perumnas, Ida mengaku selama 4 tahun pihaknya telah menjual 680 unit Apartemen subsidi di sekitar kawasan Kemayoran,  Jakarta Pusat dengan harga rendah yaitu hanya Rp 144 juta per unit.

"Tahun ini (2011), kita masuk ke (pembangunan) tower ketiga karena 2 tower sudah  laku terjual. Untuk 1 tower yang berisi 340 unit, kami membutuhkan waktu hanya 2  tahun, jadi 4 tahun ini sudah laku 2 tower, kayak kacang goreng lah," ujarnya  saat ditemui di BTN Expo 2011, Jakarta Convention Center, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ida, lakunya apartemen bersubsidi ini disebabkan akan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk tempat tinggal tanpa disertai penambahan lahan  perumahan. Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah menyediakan sejumlah lahan di  Kemayoran ini untuk pembangunan 5 tower apartemen bersubsidi.

"Lahan sudah disediakan pemerintah untuk masyarakat menengah ke bawah. Yang jelas Perumnas sedapat mungkin, membantu rakyat menengah ke bawah. Sejauh ini  saya masih yakin, Perumnas masih memberikan harga paling murah karena kita kan BUMN," ujarnya.

Namun, Ida mengaku masih adanya stigma masyarakat mengenai pemahaman definisi tempat tinggal sebagai rumah dengan halaman membuat kebutuhan rumah masih lebih  tinggi dibandingkan dengan apartemen. Apalagi adanya penyakit ketakutan akan ketinggian (akrophobia) menyebabkan beberapa orang enggan hidup jauh di atas  permukaan bumi seperti layaknya tinggal di apartemen yang berlantai-lantai.

"Apartemen ini kan baru lantai 5 ke atas yang disewakan untuk tempat tinggal karena 5 ke bawah akan disewakan untuk unit usaha. Nah, banyak yang phobia  ketinggian tidak mau tinggal di apartemen, apalagi banyak gempa juga akhir-akhir ini," imbuhnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads