"Kalau kita melihat memang seperti itu (Orchard), Casablanca itu ada mal, di Mas Mansyur juga ada mal belum lagi yang lainnya, mungkin akan seperti itu nantinya, diharapkan begitu," kata CEO Leads Property Hendra Hartono di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
Hal senada disampaikan oleh Vice President (VP) Agung Podomoro Land Handaka Santosa. Menurutnya, kawasan Jalan Satrio, Kuningan, sangat memungkinkan dikembangkan menjadi konsep pusat perbelanjaan yang saling terintegrasi seperti di Orchard, Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handaka yang merupakan salah satu pengembang superblok Kuningan City, menyambut positif seruan pemda DKI Jakarta agar para pengembang di Satrio membuat terowongan (tunnel) yang menghubungkan kawasan Mega Kuningan dengan Kuningan City.
Handaka mengakui para pengembang di Jakarta belum terlalu merespons soal sinergi integrasi gedung melalui tunnel. Padahal, konsep tunnel akan membantu mengurangi kemacetan di Jakarta. Saat ini, para pengembang masih berpikir soal persaingan antar pusat belanja satu dengan pusat belanja lainnya.
"Yang penting tak ada kata persaingan, banyak pengembang yang belum melihat sebagai suatu sinergi," katanya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta U. Pristono mengatakan sudah seharusnya para pengembang berpartisipasi dalam pengembangan tunnel bawah tanah. Sistem tunnel bawah tanah ini selain mengurangu kemacetan arus kendaraan dan orang juga akan membuat pengunjung lebih nyaman.
"Kita harapkan dengan adanya pengembang, partisipasi membangun underpass dari sisi Mega Kuningan dengan Kuningan City," seru Pristono.
(hen/qom)











































