Demikian disampaikan David Cheadle, Managing Director Cushman & Wakefield Global Estate Solution, di kantornya, Gedung BEI, SCBD Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Ia menilai pertumbuhan ruang pasar ritel terbuka besar sepanjang tahun 2011, seiring potensi pengembangan bangunan pusat belanja yang tengah berjalan, diantaranya Kuningan City, Kemang Village, Gran Paragon, Kalibata City Square, dan Ancol Beach City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan peritel asing membidik pasar domestik, karena pertumbuhan pasar kelas bawah dan menengah yang meningkat signifikan. Pada kelas bawah terjadi kenaikan dari 37 juta menjadi 69 juta jiwa. Sedangkan kelompok menengah tengah meningkat berlipat menjadi 22 juta jiwa, dari 7,5 juta.
Berdasarkan laporan riset Cushman & Wakefield, pasokan kumulatif pusat belanja di Jakarta mencapai 3.504.600 m2, dengan penambahan sekitar 107.800 m2 ruang ritel baru di 2010. Jumlah pasokan ritel di ibukota terdiri dari pusat perbelanjaan sewa 2.387.700 m2 (68,1%) dan 1.116.900 m2 (31,9%)berstatus strata tittle.
Sedangkan untuk pertumbuhan pasokan ruang ritel di Jakarta, akan mengalami perlambatan, atau di bawah 10% per tahun dalam 2 tahun ke depan. Sebagian besar pasokan ruang ritek baru akan datang dalam suatu pusat perbelanjaan multi guna.
"Penyewa-penyewa diperkirakan akan membuat komitmen awal pada proyek yang sedang dibangun, sehingga aktivitas sewa diperkirakan akan tetap bergaihan di 2011. Dalam jangka pendek, tingkat hunian akan turun, selama menunggu para penyewa di pusat perbelanjaan akan mulai beroperasi tahun 2011 menyelesaikan pekerjaan interior dan memulai usaha mereka," demikian riset perseroan.
(wep/qom)











































