"Sulitlah. Sekarang rusunami saja dikembalikan seperti biasa," kata Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Global Estate Solution Arif Rahardjo kepada detikFinance di kantornya Gedung BEI, SCBD Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Ia menambahkan, program pemerintah dalam menyediakan rumah layak bagi masyarakat, Rusunami, juga tidak berjalan dengan baik. Buktinya subsidi lahan atas suatu tower Rusunami tak terdistribusikan, sehingga pengembang mengembalikan peruntukan bangunan subsidi menjadi bangunan reguler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Presiden SBY mengaku iba melihat masih banyaknya masyarakat yang tinggal di kolong jembatan. Karena itu, pemerintah menjanjikan rumah murah seharga Rp 5-10 juta dengan skema kredit lunak bagi masyarakat miskin.
(wep/hen)











































