Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (25/2/2011).
"Untuk rumah murah luas kami minta 36 meter persegi dan harganya Rp 20-26 juta," jelas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang akan digunakan untuk penyediaan rumah murah ini, kata Hatta, akan diambil dari dana CSR (corporate social responsibilities) BUMN. Kemudian juga akan diambil dana dari penghematan anggaran pemerintah.
"Jadi dananya baru bisa keluar semester II-2011 setelah adanya persetujuan DPR," tukas Hatta.
Sebelumnya, Presiden SBY mengaku iba melihat masih banyaknya masyarakat yang tinggal di kolong jembatan. Karena itu, pemerintah menjanjikan rumah murah seharga Rp 5-10 juta dengan skema kredit lunak bagi masyarakat miskin.
"Apa yang saya pikirkan saudara-saudara? Di kolong-kolong jembatan, saya kira ketika saudara naik mobil, melewati tempat itu, ada saudara kita yang bermalam di situ, tentu tidak baik kita membiarkan. Di bantaran sungai atau di tempat-tempat lain yang sepatutnya tidak di situ," tutur SBY saat memberi arahan dalam raker pemerintah bidang ekonomi di Istana Bogor, Selasa (22/2/2011).
(dnl/qom)











































