Presiden Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) Asia Pasifik Teguh Satria mengatakan negara-negara di dunia mengembangkan perumahan sangat murah dengan skala dan konsep yang berbeda.
"Di seluruh dunia, seperti di China, India, VietnamΒ yang pernah saya lihat. Di China sebagian besar high rise building, paling kecil dengan ukuran 60," katanya kepada detikFinance, Jumat (25/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"India murah, rakyatnya banyak sekali dengan dibuat landed house,Β kalau China justru ke atas," katanya.
Ia menegaskan rumah super murah adalah murni program pemerintah dan cocok untuk wilayah pedesaan termasuk di wilayah perbatasan seperti Atambua, NTT. Sementara untuk wilayah perkotaan, konsep rumah sangat murah sulit direalisasikan, yang selama ini menjadi ranahnya pengembang.
"Sebenarnya itu bukan ranahnya REI atau FIABCI, bukan ranah pengembang. Rumah murah itu di rural area (pedesaan). Bukan untuk dijual, jadi sulit di urban (kota), pengembang itu urban area," jelas Teguh. (hen/dnl)











































