Bangun Rumah Massal, RI Berguru ke China

Bangun Rumah Massal, RI Berguru ke China

- detikFinance
Senin, 28 Feb 2011 10:50 WIB
Jakarta - Pemerintah akan berkunjung ke China untuk belajar cara membangun perumahan berskala besar. Karena China memiliki teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan skala besar.

"Dalam waktu dekat kami berencana berkunjung ke China. Mereka mengatakan memiliki teknologi yang dapat digunakan untuk membangun perumahan skala besar," ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa seperti dikutip dari situsnya, Senin (28/2/2011).

Dikatakan Suharso, kebutuhan perumahan di Indonesia khususnya rumah murah terus meningkat, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang tinggi. Di China nanti, pemerintah akan belajar soal teknologi perumahan rumah secara massal atau berskala besar. Suharso akan menugaskan para pengembang perumahan untuk melakukan pembangunan rumah skala besar tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiap tahun, kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 710.000 hingga 800.000 unit. "Tahun depan angka kebutuhan rumah akan semakin tinggi," kata Suharso.

Dalam kesempatan tersebut, Suharso juga menyampaikan program penyediaan rumah murah yang dicanangkan Presiden SBY harus dilaksanakan dengan baik. Menurutnya pembangunan rumah murah ini cukup rasional.

Pemerintah akan menyupayakan agar harga struktur pembangunan rumah bisa diturunkan. Namun demikian, ukuran luas rumah umum yang dibangun harus tetap seluas 36 meter persegi seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Biaya yang mahal untuk pembangunan rumah, imbuh Suharso, ada pada asesoris rumah seperti pintu, kusen, jendela dan jamban. Kita akan berusaha untuk menekan harga ini sedemikian rupa atau mungkin membangun fasilitas yang bersifat umum yang bisa digunakan untuk 3 hingga 5 rumah.

"Kami punya contoh pembangunan rumah murah ini di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dan Atambua. Inovasi pembangunan rumah murah tentunya tidak berhenti sampai di sini," katanya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads