"Nelayan kita prioritaskan karena nelayan itu kasihan, jadi kemarin kita putuskan," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/3/2011).
Hatta menyatakan rumah murah tersebut akan tersebar di seluruh Indonesia. Rumah murah itu kata Hatta, diperuntukkan bagi nelayan baik di Jawa maupun di luar Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan rumah tersebut akan dibangun pada kluster-kluster yang telah ditentukan. Pada kluster tersebut telah disediakan fasilitas listrik dan air bersih sehingga bangunan rumah murah tersebut tidak hanya bangunannya saja tetapi juga sudah termasuk sarana dan prasarana pendukung.
"Bangunan fisiknya dan karena kluster kita itu ada fisik, air bersih, rumah sehat dan bisa sekaligus maka rumah itu bisa langsung kita gunakan, jadi di
luar listrik segala macam, kalau listrik kan memang suatu program untuk elektrifikasi masyarakat," tandasnya.
Seperti diketahui pemerintah tengah menggodok pengembangkan rumah murah seharga Rp 20-25 juta per unit. Tahun ini setidaknya ditargetkan bisa terealisasi 100.000 unit rumah murah. Melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masyarakat menengah ke bawah bisa menikmati rumah ini tanpa uang muka dengan cicilan yang dijanjikan pemerintah berkisar Rp 200-250.000 per bulan.
(nia/hen)











































