Demikain disampaikan Direktur Utama Hutama Karya, S Subagyono di kantor Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
"Sebagai pengolah tambang, di Halmahera Timur, Maluku Utara, perlu kompensasi kesejahteraan. Kita pra studi untuk membuat kawasan kota 150-200 ha," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nantinya akan juga ada daerah wisata. Kami juga akan bangun jalan, sebagai penghubung kawasan Antam dengan penduduk sekitar," ungkap Subagyono.
"Saya optimis, Tanjung Beli bisa berkembang menjadi seperti Bali," tambahnya.
Perseroan mengusulkan disegerakan penyelesaian master plan sementara. Dimana grand design ini menjadi awal pengembangan kawasan perumahan bersistem kluster milik karyawan Antam.
"Definitive plan 5 bulan ke depan, dan segera dilaksanakan," tegasnya.
Subagyono menambahkan, pembangunan perumahan memakan waktu 14 bulan. Nantinya akan ada 350 kepala keluarga (KK) yang bertinggal di area Tanjung Beli.
Kerja sama ini pun mendapat respon dari Menteri BUMN, Mustafa Abukabar. Menurut mantan Dirut Bulog ini, sinergi BUMN diperlukan untuk mengembangkan potensi di daerah.
"3 BUMN ini, supaya jadi kenyataan. Jika lancar di akhir 2013 selesai. Pabrik fero nikel nanti akan diresmikan Presiden," imbuh Mustafa.
(wep/ang)











































