Tawaran ini disampaikan oleh Duta Besar Irak untuk Indonesia HE Ismieal Shaffeq Muhsin saat melakukan audiensi dengan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa di Kantor Kemenpera, Rabu (23/3/2011) kemarin.
Ismieal mengatakan, untuk mensukseskan program pembangunan 1 juta rumah tersebut, pemerintah Irak berencana mengundang sejumlah pengembang serta investor dari Indonesia untuk menanamkan modalnya di sana. Rumah yang dibangun nantinya akan diberikan kepada masyarakat dengan cara mengangsur atau mencicil selama 20 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya datang untuk mengajak Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam sektor perumahan di Irak. Tidak hanya di bidang konstruksi saja tapi juga tenaga kerja," kata Ismieal seperti dikutip dari situs Kemenpera, Kamis (23/3/2011).
Menanggapi tawaran Irak itu, Suharso mengungkapkan, dirinya melihat adanya peluang kerjasama yang baik serta mempererat hubungan antara kedua negara. Untuk itu, dirinya akan berupaya untuk mengundang sejumlah pemangku kepentingan bidang perumahan seperti BUMN yang sudah memiliki pengalaman dalam membangun perumahan dalam skala yang cukup besar.
"Saya akan berusaha untuk meyakinkan kepada BUMN yang bergerak di sektor perumahan bahwa ada peluang bisnis terutama di sektor perumahan di Irak," ujar Suharso.
Jika memang ada minat yang baik dari BUMN tersebut, ungkap Suharso, maka tentunya diperlukan penjelasan yang lebih detil lagi dari pemerintah Irak mengenai prosedur dan lokasi-lokasi mana saja yang boleh dibangun perumahan.
(dnl/qom)











































