"Anggarannya ya sekitar Rp 300 miliar," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di Kantor Presiden, Kamis (31/3/2011)/
Ia mengatakan program rumah murah ini akan berlaku diseluruh Indonesia namun sangat terrgantung dengan kesiapan pemda. Suharso menuturkan Pemda harus menyiapkan lahan yang mengikuti kriteria tata ruang.Β Proses pemberiannya bisa dihibahkan kepada masyarakat yang harus ada mekanisme persetujuan dengan DPRD masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharso menuturkan saat ini yang menjadi kendalam dengan program ini adalah masalah kepastian lahan yang disesuaikan dngn tata ruang. Beberapa lokasi yang siap digarap antara lain Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
Ia menghitung areal lahan yang bisa digarap untuk rumah murah sekitar kurang lebih 40 ribu unit dari target 100.000 unit rumah murah di tahun 2011.
"Ya kalau 1 hektar itu untuk 60 unit rumah luasnya 36 meter persegi," katanya.
Seperti diketahui pemerintah tengah menggodok pengembangkan rumah murah seharga Rp 20-25 juta per unit. Tahun ini setidaknya ditargetkan bisa terealisasi 100.000 unit rumah murah.
Melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) masyarakat menengah ke bawah bisa menikmati rumah ini tanpa uang muka dengan cicilan yang dijanjikan pemerintah berkisar Rp 200-250.000 per bulan.
(hen/dnl)











































