Menurut Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Global Estate Solution Arif Rahardjo, sejumlah pelaku usaha pengembang tidak ada rencana menaikkan harga jual properti dalam jangka pendek.
"Mereka umumnya tidak terlalu mengkhawatirkan, karena kenaikannya masih belum terlalu tinggi," jelasnya kepada detikFinace di kantornya, gedung BEI, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski semen dan baja naik, kan biaya pembelian alat-alat seperti lift, lebih murah karena terjadi penguatan rupiah. Jadi akan sama-sama," kata Arif.
Sebelumnya Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso terus memantau rencana kenaikan harga semen di 2011. Pengembang juga masih menunggu sejauh mana kenaikan tersebut.
"Kalau memang naik, pengaruhnya akan besar. Karena daya serap (semen) terhadap biaya produksi mencapai 30%. Kita belum berandai-andai, belum ada angka kenaikan harga (rumah). Kita dan posisi wait and see," ujar Setyo.
(wep/hen)











































