Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan berdasarkan hasil kunjungannya ke China beberapa waktu lalu, terungkap banyak strategi yang dikerahkan pemerintah China agar seluruh masyarakatnya memiliki rumah layak dan sangat terjangkau.
Misalnya untuk mengantisipasi beban cicilan yang besar, pemerintah China membuat kebijakan skema cicilan kredit yang bisa dibayar untuk dua generasi. Artinya seorang yang mengkredit apartemen sederhana diberikan kesempatan menempati dua generasi termasuk membagi beban dalam mencicil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menuturkan seluruh pembangunan perumahan di kota-kota di China sudah mengedepankan pembangunan rumah susun. Harga rumah susun di China rata-rata mencapai 70.000 Yuan dengan ukuran rata-rata 50-90 meter persegi per unit.
"Mereka bangun rumah susun dimana-mana, rumah nelayan pakai rusun, perkampungan kumuh pakai rumah susun. Di sana tanah dikuasai negara," katanya.
Selain itu, lanjut Pengihutan, untuk bisa membantu masyarakat menengah kebawah, satu keluarga di China boleh memiliki 2 unit rusun. Kebijakan ini agar rusun yang tak ditempati bisa disewakan untuk menopang ekonomi keluarga tersebut.
"Rumah susun menengah bawah banyak dibangun sentra transportasi umum seperti terminal bus, kereta, jadi masyarakat gampang ke kota. Mereka punya keunggulan, bisa buat produk murah karena tak ada gempa," katanya.
Dikatakannya peran BUMN di Negeri Tirai Bambu tersebut cukup signifikan dalam mengembangkan rusun menengah ke bawah. Umumnya BUMN-BUMN ini membangun kawasan-kawasan rusun dilengkapi fasilitas komprehensif termasuk sarana komersil.
"BUMN dipatok keuntungan maksmal 10%, biaya produksi dipatok, biaya jual dibatasi. Pemerintah juga yang bertugas menyerahkan daftar masyarakat yang berhak menerima rusun," katanya.
(hen/dnl)











































