Dari total suplai kondominium di Jakarta pada triwulan I-2011 mencapai 76.827 unit termasuk didalamnya pasokan baru sebanyak 635 unit kondomoinium. Angka pasokan baru ini mengalami penurunan jika dibandingkan triwulan IV-2010 yang mencapai 2.900 unit, total suplai pada periode itu 76.192 unit.
Pasokan baru unit kondominium di Jakarta diprediksi naik 5-10% per tahun. Diperkirakan selama periode 2011-2012 pasokan baru kondominium mencapai angka 10.600 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan tren yang ada para pengembang mulai mengalihkan lokasi pembangunan pasar kondominium di luar CBD Jakarta, mengingat semakin sulitnya lahan. Jika saja ada, harganya sudah sangat tinggi.
"Pengembang mulai melirik wilayah sekunder di ibukota Jakarta. Market mencoba masuk ke kota. Tapi lahan semakin berkurang. Developer ingin sustainable, dan lebih pilih ke secondary," jelas Utami
Di sisi lain, semakin banyaknya kondominium yang tidak diimbangi dengan tingkat penyerapan yang memandai, tidak menjadikan pasar bubble. Pasalnya, area pembangunan kondominium mulai bergeser ke wilayah non CBD, seperti Jalan MT Haryono, Jalan S. Parman, dan beberapa area lain di Jakarta Barat.
"Pasar tidak ya. Yang primer, mereka akan membidik daerah yang dekat dengan CBD. Mereka mendekati sasaran market dengan pertimbangan akses," tegas Head of Research Procon, Herully Suherman.
(wep/hen)
