Demikian hasil survei harga properti residensial triwulan I-2011 di 12 kota besar, yang dikutip oleh Bank Indonesia (BI), Rabu (18/5/2011).
Dalam survei tersebut dikatakan, kenaikan harga rumah paling tinggi terjadi di wilayah Jabodetabek dan Banten. Di wilayah ini, harga properti residensial naik 3,41% selama triwulan I-2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada responden dalam survei tersebut berpendapat bisnis properti di Indonesia saat ini mengalami hambatan karena kenaiakn harga bahan bangunan, tingginya bunga KPR, sulitnya perizinan/birokrasi, dan besarnya pungutan pajak.
Namun untuk pemilik rumah bertipe kecil tak usah kecewa, karena dalam survei tersebut rumah bertipe kecil juga mengalami kenaikan harga. Di triwulan II-2011, kenaikan harga properti akan melambat namun rumah bertipe kecil bakal naik paling tinggi.
"Secara triwulanan harga properti di triwulan II-2011 akan naik 1,33%, atau melambat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 2,24%. Kenaikan tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil yaitu 2%," ujar survei tersebut.
Selain itu, secara tahunan harga properti residensial pada triwulan II-2011 diperkirakan naik 4,78% dengan kenaikan tertinggi terjadi di rumah tipe kecil sebesar 5,87%.
(dnl/qom)











































