Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan beberapa lokasi rumah murah yang dibangun oleh pengembang swasta antaralain di Tarakan Kalimantan Timur, Kendari Sulawesi Tenggara, dan Malang Jawa Timur.
Pangihutan mengatakan pembangunan rumah murah sebanyak 1.000 unit sedang dilakukan di Tarakan Kaltim. Harga yang ditawarkan hanya Rp 26 juta, dengan luas lahan 16 hektar yang disiapkan oleh Griya Mandiri melalui mekanisme hibah tanah. Proyek ini bagian kerjasama dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu lokasi lainnya yaitu di Malang yang ditargetkan ada 5.000 unit rumah akan selesai pada tahun ini. Proyek ini dikerjakan oleh pengembang yang masuk dalam anggota Rel Estate Indonesia (REI).
Menurutnya harga yang ditawarkan rumah murah ini hanya Rp 25 juta. Alasan pengembang untuk masuk segmen rumah murah, lanjut Pangihutan, tujuannya agar wilayah yang dikembangkan oleh pengembang bisa terisi sebelum menjadi kawasan yang berkembang pesat.
"Mereka mau menumbuhkan kawasan itu dulu jadi dibangun dulu, baru setelah itu komersial berikut," katanya.
Selain dilakukan oleh pengembang swasta, ada lokasi lainnya yang menjadi kawasan rumah murah menggunakan lahan pemda. Misalnya di Kendari di Sulawesi Tenggara sudah dimulai pembangunan sebanyak 2.000 unit rumah murah.
Harga yang ditawarkan di lokasi ini sebesar Rp 38 juta per unit. Saat ini sudah terbangun sebanyak 74 unit dengan target sampai akhir 2011 mencapai 250 unit. Perum Perumnas sendirinya sebenarnya sudah melakukan hal serupa di kawasan Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Sebenarnya banyaknya pola yang dikembangkan untuk membangun rumah murah," katanya.
(hen/dnl)











































