Ajakan itu disampaikan oleh Duta Besar Aljazair untuk Indonesia, Abdelkrim Belarbi saat bertemu dengan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Dalam pertemuan itu, disampaikan dari dana milik pemerintah Aljazair sekitar US$ 300 juta sekitar 40 persennya diperuntukkan untuk pembangunan perumahan rakyat Aljazair.
"Kami melihat peluang bagi pengembang Indonesia untuk membangun perumahan di sana cukup besar. Tapi bukan berarti kami tidak fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat di Indonesia. Pembangunan perumahan di Indonesia tetap dilaksanakan sesuai program yang telah dibuat Kemenpera," ujar Suharso dikutip dari situs Kemenpera, Selasa (7/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa negara yang telah menanamkan investasinya di bidang perumahan Aljazair antara lain China dan Korea. Sedangkan perwakilan dari Indonesia yang telah memiliki pengalaman dalam membangun infrastruktur adalah PT Wijaya Karya (Wika).
"Saya berharap Realestat Indonesia (REI), serta PT Waskita Karya, PP maupun pengembang BUMN yakni Perum Perumnas bisa memiliki gambaran tentang pembangunan perumahan dan infrastruktur di Aljazair dari PT Wika. Jika dimungkinkan hal ini juga bisa menjadi peluang bagi pengembang Indonesia untuk memperluas pasar," harap Suharso.
(dnl/qom)











































