Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development and Finance (INDEF), Ahmad Erani Yustika, seringnya pengembang-pengembang seperti Agung Podomoro atau Agung Sedayu gencar beriklan, membuat mereka dianggap seperti menteri perumahan sesungguhnya.
"Ada lawakan itu, kalau anak kecil ditanyai siapa Menteri Perumahan, jawabnya Agung Sedayu atau Agung Podomoro karena mereka sering muncul sebagai pengembang kawasan perumahan," ujar Erani berseloroh pada acara Dialog bertajuk politik uang dalam proyek infrastruktur dan properti di Kampus Atmajaya, Jakarta, Rabu (22/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betapa dominannya pelaku-pelaku itu. Menterinya nggak tahu, tapi pengembangnya tahu," tuturnya.
Lebih lanjut Erani mengungkapkan, pengembang-pengembang properti di kawasan Indonesia sebenarnya sudah memiliki tempat-tempat sendiri untuk mengembangkan usahanya. Karena itu, biasanya mereka memiliki aturan-aturan agar pengembang di luar kawasan tersebut sulit masuk.
"Ada pembagian wilayah, misalnya kalau ada pemain di daerah sini, yang dari daerah situ jangan masuk dong," ungkapnya.
(ade/hen)











































