Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa saat ditemui di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (13/7/2011).
"Terkait moratorium ini silakan jika Gubernur mau menetapkan. Kita setuju," jelas Handaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya okupansi kan nggak semuanya merata. Contohnya saja Senayan City full kan orang mau antre masuk sewa mal. Pihak lain ada trade center atau mal yang tidak dikelola dengan benar. Manajemen dan tidak integrated jadi orang tidak minat masuk untuk sewa," tutur Handaka.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang akrab dipanggil Foke dalam waktu dekat akan menghentikan izin pembangunan mal baru di DKI Jakarta
Kebijakan ini rencananya akan dilakukan karena Foke mendapat laporan dari para pengembang sudah banyak pertokoan atau mal yang kosong di DKI ini.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan rencana moratorium pembangunan mal oleh Foke tersebut. REI malah menyambu adanya kebijakan baru itu.
(dnl/hen)











































