Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan meski Pemda DKI Jakarta akan melakukan moratorium izin pembangunan mal di Jakarta, ia melihat hal itu tak berlaku untuk semua kawasan di Jakarta. Ia menangkap apa yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, izin pembangunan mal akan terpusat di satu kawasan saja.
"Saya melihat di Casablanca (Jl. DR Satrio) itu akan ada seluruh shopping mall kumpul, tapi ditempat lain cukup dulu. Moratorium itu bagus, Casablanca mau dibikin seperti Orchard, apalagi akan ada jalan non tol disana," kata Ridwan kepada detikFinance, Rabu malam (13/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya setuju, kalau suatu jalan di Jakarta bisa menjadi daya tarik dengan banyak mal seperti Orchard," jelasnya.
Ridwan juga tak melihat adanya kebijakan populis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam rangka kepentingan kampanye 2012 terkait moratorium izin mal. Menurutnya rencana yang akan dilakukan oleh Pemda DKI sudah tepat.
"Saya kira nggak ada hubungan dengan kampanye. Menurut para pengembang nggak terlalu keberatan," katanya.
Dikatakannya moratorium izin bangun mal selama 2 tahun sudah sesuai dengan kondisi perkembangan pesat kota Jakarta. Ia juga mengatakan dalam dua tahun, pembangunan mal tetap berlangsung dengan memanfaatkan izin yang sudah ada.
"Menurut saya yang dilarang itu izin yang baru, yang lama sudah nggak apa-apa. Intinya izin yang baru mau ngajuin izin prinisip sementara ditutup," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebelumnya mengatakan, pihaknya akan menghentikan izin pembangunan mal baru di ibukora karena berdasarkan laporan para pengembang, banyak pertokoan atau mal yang kosong. Moratorium akan segera diterbitkan dan berlaku hingga 2012.
(hen/qom)











































