"Oh beda, ini kita tipenya 36. Rumahnya rumah standar, rumah generik lah istilahnya. Ya dibagunnya sama juga pake batako," kata Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arif Sugoto ketika dihubungi detikFinance Kamis (14/7/2011).
Himawan menambahkan, rumah ini bentuknya akan sama seperti perumahan-perumahan kecil untuk keluarga-keluarga sederhana. Pemilik rumahnya pun nantinya dapat memodifikasi rumah miliknya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Himawan menegaskan kembali, rumah murah perumnas bukanlah rumah instan yang segera akan dicanangkan Kementerian PU.
"Yang itu mungkin rumah yang sangat murah, ada yang hibah juga. Ya hibah boleh saja," imbuhnya.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Anita Firmanti sebelumnya mengatakan telah memiliki hasil litbang Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Kayu Instan (RIKA. Rumah-rumah akan digarap oleh Perum Perumnas selaku pihak pelaksana program rumah murah. Untuk tahap awal rumah RISHA dan RIKA akan dibangun sebanyak 100.000-120.000 unit di tahun depan.
"Kami sudah ada MoU, kita kerjasam dengan Perumnas pembangunan RISHA dan RIKA, di beberapa daerah yang langsung didanai Perumnas dan Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia)," katanya.
Beberapa lokasi yang disiapkan antaralain di kawasan pinggiran Kota Semarang, pinggiran Surabaya, Kawasan Banten, sekitar Jabodetabek. Harga per unit dari RISHA untuk rumah tipe 36 dibandrol Rp 37 juta (di luar tanah) dan harga RIKA Rp 24,6 juta per unit (di luar tanah)
Konstruksi RISHA berbasis Beton Bertulang sedangkan RIKA konstruksinya kayu olahan (LVL) dari jenis kayu cepat tumbuh, sehingga kedua teknologi ini ramah lingkungan.
(ade/hen)











































