PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membukukan penjualan unit properti sebesar Rp 1,016 triliun di semester I-2011. Hal tersebut ditopang pemasaran produk-produk properti baik residensial maupun komersial.
"Pada semester pertama tahun 2011 ini, perusahaan berhasil menyentuh angka marketing sales Rp 1 triliun. Penjualan sebesar itu dikontribusikan dari penjualan rumah, kavling tanah, apartemen hingga area perkantoran,β kata Sekretaris Perusahaan ASRI Hendra Kurniawan dalam siaran persnya, Senin (25/7/2011).
Ia mengatakan, khusus untuk Juni, Alam Sutera memperoleh penjualan unit properti sekitar Rp 164 miliar. Pendapatan disumbang dari penjualan cluster terbaru Alam Sutera yaitu Sutera Sitara, sub-cluster Jingga yang baru saja diluncurkan pertengahan April lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dengan tingkat suku bunga yang rendah, kondisi makro ekonomi yang positif, dan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional, sektor properti diperkirakan terus tumbuh seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap produk residensial dan komersial.
Direktur Pemasaran ASRI Lilia Sukotjo menambahkan, perseroan tengah mengembangkan mega proyek Superblok Alam Sutera dengan target pendapatan Rp 1,7 triliun tahun ini. Proyek superblok Alam Sutera merupakan bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan pendapatan berkelanjutan (recurring income) dari sektor sewa.
Dalam kawasan seluas 55,5 hektare itu akan berdiri Silkwood Residences Apartment, gedung perkantoran Alam Sutera Office Tower dan Mal @ Alam Sutera. Selain ketiga proyek itu, Theme Park serta Convention & Exhibition Center akan hadir melengkapi kawasan tersebut.
Dalam waktu dekat ini Alam Sutera tengah berencana untuk meluncurkan sub-cluster terbaru yang masih dalam area cluster Sutera Sitara. Sub-cluster ini hadir untuk mengisi lahan Sutera Sitara seluas 27 hektar.
"Akhir bulan ini kami akan meluncurkan sub-cluster terbaru yang tetap membidik segmen menengah atas. Proyek residensial terbaru ini dipastikan akan menambah kontribusi pendapatan Alam Sutera dari sektor rumah dan kavling tanah," kata Lilia.
Sejauh ini kontribusi pendapatan sewa Alam Sutera masih belum terlalu besar. Keberadaan superblok diharapkan dapat menghasilkan pendapatan sewa sekitar 200 miliar per tahun. Selain itu, rencana perseroan di tahun ini ialah menambah cadangan lahan di daerah Pasar Kemis, Tangerang. (ang/dnl)











































