Demikian disampaikan Associate Director Research and Advisory Cushman & Wakefield Arief Rahardjo di kantornya, gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (26/7/2011).
"Office bisa tumbuh lebih dari 5%. Bisa 10% dan berlangsung hingga tahun depan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suplai terbatas dan banyak yang cari juga. Memang dalam enam bulan ke depan ada banyak masuk. Sekitar 170.000 meter persegi untuk office. Pasca krisis, perusahaan multinasional dan bank stop ekspansi. Tapi mulai 2009 mulai aktif lagi. Developer pun juga mulai membangun baru," papar Arief.
Berdasarkan catatan Cushman & Wakefield, penyerapan perkantoran sebanyak 174.800 meter persegi. Penyerapan perkantoran juga telah naik menjadi 89,4%.
"Jika penyerapan sudah melebihi 85%, biasanya developer mulai menaikkan harga sesuai keinginan dia," tegas Arief.
Pasar perkantoran grade-A mencatat penyerapan tertinggi, 88,5% di triwulan II-2011. Ini diambil dari total penyerapan di CBD Jakarta. "(Penyerapan) karena penyewa besar melakukan menempatan secara fisik ruangan yang telah mereka pesan sebelumnya," jelas laporan Cushman & Wakefield.
Ini menjadikan harga sewa rata-rata naik 2,1% selama triwulan II-2011 menjadi US$ 17,73 per meter persegi per bulan. Perkantoran dengan penyerapan terbesar diantaranya UOB Plaza dan The Plaza.
(wep/hen)











































