Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Indra Wijaya di Central Park, Jakarta, Jumat (29/7/2011).
Menurutnya, ketiga proyek tersebut berlokasi di Jakarta Utara, Selatan, dan Barat. Lahan di Utara Jakarta tersebut sudah berdiri bangunan dan kemudian akan dikembangkan perseroan dalam dua tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, properti yang sedang booming membawa dampak positif bagi marketing sales perseroan. Agung Podomoro optimistis dapat menghasilkan angka penjualan Rp 2,2 triliun hingga akhir Juni 2011.
"Marketing sales kami di triwulan satu Rp 1 triliunan, ini yang tertinggi dibandingkan yang lain. Pada triwulan II bisa dua kali lipat," ungkapnya.
Posisi utang perseroan hingga semester I-2011 mencapai Rp 3 triliun. Dari jumlah itu, Rp 1,5 triliun diantaranya merupakan dana atau uang muka konsumen hasil penjualan unit properti perseroan.
"Sekitar Rp 1,5 triliun itu uang muka loh. Tapi harus dicatatkan sebagai utang," tegasnya.
Terkait penerbitan obligasi Rp 800 miliar, perseroan optimistis seluruhnya dapat terserap pasar. Bahkan ada potensi upsize dengan melihat permintaan yang sangat tinggi dari investor.
Menurut Direktur PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman, penjualan obligasi Agung Podomoro lebih diprioritaskan untuk investor institusi domestik. Diantaranya, perusahaan aset manajemen (mutual funds) dan dana pensiun.
"Namun investor ritel juga tidak tertutup kemungkinan untuk menyerap obligasi ini. Apalagi ada tranche 3 dan 5 tahun. Pada semester satu ini kan obligasi yang banyak terbit dari perbankan, jadi kami yakin ini akan terserap," tutur Iman.
(wep/dnl)










































