Hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) Triwulan II-2011 mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen 71,08% masih memilih KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian rumah. Sementara 20,35% dalam bentuk tunai bertahap dan 8,57% dalam bentuk tunai.
"Memang porsinya seperti itu, kalau ada perubahan paling hanya 1%," kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso kepada detikFinance, Rabu (10/8/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola transaksi rumah kecil yang menggunakan KPR mencapai 77,13%. Selain itu tercatat dalam survei itu tingkat bunga KPR yang diberikan oleh perbankan umumnya berkisar 9-12%.
Survei itu juga menunjukan bahwa harga properti residensial mengalami peningkatan. Indeks harga properti residensial secara tahunan tercatat naik 4,53%. Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan tertinggi pada rumah tipe kecil sebesar 5,25%," jelas survei itu.
Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti tertinggi terjadi di Makassar sebesar 7,7% terutama pada rumah tipe menengah. Kenaikan harga juga terjadi di wilayah Jabodebek dan Banten sebesar 5,85%, dengan peningkatan paling tinggi terjadi pada harga rumah tipe kecil sebesar 6,25%.
(hen/dnl)











































