Pebisnis RI Paling 'Ngirit' Biaya Hotel Saat Dinas ke Luar Negeri

Pebisnis RI Paling 'Ngirit' Biaya Hotel Saat Dinas ke Luar Negeri

- detikFinance
Rabu, 21 Sep 2011 08:32 WIB
Pebisnis RI Paling Ngirit Biaya Hotel Saat Dinas ke Luar Negeri
Jakarta - Saat melakukan perjalanan ke luar negeri, pelancong bisnis dari Indonesia sangat berhemat. Mereka rata-rata mengeluarkan anggaran akomodasi US$ 92. Angka itu jauh lebih hemat ketimbang pelancong bisnis dari China dengan biaya US$ 99.

China tercatat sebagai satu-satunya negara yang bersama Indonesia berada di kategori karakteristik pelancong bisnis yang memiliki anggaran akomodasi di bawah US$ 100.

Demikian hasil survei Asia Pacific Business Traveller Research 2011 yang dilakukan oleh operator hotel terbesar di Asia Pasifik Accor seperti dikutip detikFinance, Rabu (21/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu alasan yang menyebabkan rata-rata anggaran akomodasi di Indonesia lebih rendah dibanding negara-negara lain di sekitar kawasan Asia Pasifik adalah karena selama ini rata-rata tarif hotel di Indonesia lebih kompetitif dibanding negara-negara lain.

Survei tersebut juga menemukan bahwa selama perjalanan bisnis, para eksekutif dari Indonesia bekerja lebih keras dari hari-hari biasa. Hasil survei menunjukan 7 dari 10 pelancong bisnis dari Indonesia bekerja di hotel pada saat perjalanan bisnis dan masih terus sibuk bekerja dari pukul 21.00 – sampai tengah malam walaupun pertemuan bisnis telah lama berakhir.

Bahkan mereka tercatat sering mengurung diri di dalam kamar hotel untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Sebagian besar pelancong bisnis dari Indonesia adalah pria sebanyak 74% dan bekerja di tingkat manajer sebanyak 51%. Namun survei juga menemukan bahwa para eksekutif di Indonesia menyadari pentingnya mempertahankan gaya hidup sehat demi menjaga kebugaran tubuh.

Hal ini tercermin dari salah satu hasil survei yang menyebutkan lebih dari 50% eksekutif Indonesia menggunakan fasilitas pusat kebugaran hotel. Dalam hal pemesanan kamar hotel, pelancong bisnis dari Indonesia lebih sering menggunakan cara offline dibanding para pelancong dari negara lain.

Pelancong pebisnis asal Indonesia menempati peringkat teratas dalam hal menggunakan bantuan agen perjalanan yaitu 31% melebihi responden lain di Asia Pasifik. Selain itu, seperti halnya para pelancong bisnis lainnya di Asia Pasifik, faktor utama para eksekutif dari Indonesia memilih hotel berdasarkan pertimbangan lokasi sebanyak 45%.

Survei Accor menunjukan, pelancong bisnis dari Indonesia mirip dengan pelancong bisnis dari Thailand dan India dalam hal faktor-faktor penting lainnya dalam pemilihan akomodasi yaitu harga yang kompetitif sebanyak 35% dan pengalaman berkesan setelah menginap di hotel sebanyak 30%, dimana hal ini menunjukkan bahwa para eksekutif dari Indonesia lebih loyal karena faktor hotelnya daripada karena merek sebuah hotel.

Survei juga mencatat ketika memilih sebuah hotel pelancong bisnis dari Indonesia telah sadar lingkungan. Sebanyak 77% pelancong bisnis dari Indonesia akan memilih sebuah hotel yang ramah lingkungan, bahkan 67% responden menyatakan lebih memilih membayar ekstra untuk menginap di hotel yang mempunyai komitmen kuat dalam menjaga lingkungan ketimbang hotel lain yang serupa di lokasi yang sama.

Hal ini menempatkan kesadaran lingkungan pelancong bisnis dari Indonesia berada di posisi kedua setelah para eksekutif China.

"Hal yang menarik untuk dicatat adalah bahwa kesadaran lingkungan ini berlaku bagi para pelancong bisnis Indonesia, baik pria maupun wanita, padahal tren ini sangat bervariasi di negara-negara Asia Pasifik lainnya, dimana pelancong bisnis wanita rata-rata jauh lebih peduli akan masalah lingkungan daripada pria," kata Vice President Communications, Accor Asia Pacific Evan Lewis dalam keterangan tertulisnya.

Dari sisi harapan untuk tahun 2014 berkenaan dengan fasilitas-fasilitas hotel di masa depan, para pelancong bisnis Indonesia lebih menitikberatkan faktor efisiensi dan hiburan dibanding para pelancong bisnis lainnya di kawasan Asia Pasifik.

Para pelancong ini mengharapkan tersedianya fasilitas check-in/out secara online yaitu 52% dan fasilitas hiburan 3D di dalam kamar sebanyak 42%.

Selain itu tercatat dari hasil survei khusus untuk rute perjalanan bisnis domestik, hampir tiga perempat dari perjalanan bisnis di dalam negeri bertujuan ke Jakarta, dimana sekitar setengah dari pelancong bisnis domestik memilih berkunjung ke Bandung 51%, Denpasar 50%, Surabaya 49% dan Yogyakarta 49%.

Survei ini merupakan kajian menyeluruh untuk mengetahui tren perjalanan bisnis dan kecenderungan perilaku pelancong bisnis di kawasan Asia Pasifik secara lebih baik.

Survei dilaksanakan melalui wawancara kepada lebih dari 10.000 responden yang pernah melakukan perjalanan bisnis di semester I- 2011.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads