Demikian disampaikan Direktur Executive Indonesia Property Watch, Ali Trangandi kepada detikFinance, di Jakarta, Selasa (18/10/2011).
"Kita melihat pengunduran diri sangat disayangkan, meski dengan alasan pribadi. Pasalnya masih ada kebijakan yang simpang siur, bahkan mundur," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah murah Rp 25-30 juta tidak jalan. Dulu juga sempat ada rumah pakai kayu, ini konyol. Padahal kita sedang hadapi illegal logging. FLPP juga belum maksimal," terangnya.
Menurutnya, langkah Suharso yang menjabat Menpera selama dua tahun hanyalah adopsi dari pemimpin sebelumnya. Hingga terkesan tambal sulam. "Kita belum ada kebijakan yang terintegrasi, blue print-nya tidak ada," tegasnya.
Namun ada harapan besar dari pengganti Suharso, Djan Faridz. "Dengan Faridz mudah-mudahan bisa, meski dia tetap merupakan jatah partai. Jadi diharapkan dia lebih mengedepankan sisi profesionalisme," imbuh Ali.
Pengusaha properti juga menantang Menpera yang baru. "Penggantinya harus bekerja lebih keras lagi. Dia (Djan Faridz) profesional di bidangnya. Tentu saya berharap, karena dia orang lapangan," ungkap Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso.
(wep/dnl)











































