Harga Lahan Industri Siap Naik Lagi 40% di 2012

Harga Lahan Industri Siap Naik Lagi 40% di 2012

- detikFinance
Senin, 09 Jan 2012 15:38 WIB
Harga Lahan Industri Siap Naik Lagi 40% di 2012
Jakarta - Transaksi penjualan kawasan industri sepanjang 2011 sangat mencengangkan. Terjadi kenaikan harga penjualan 40% dibandingkan periode sebelumnya. Tren ini akan terus naik di 2012 mengingat semakin banyak industri melakukan ekspansi usaha. Di sisi lain suplai kawasan ini juga masih terbatas.

"Tahun ini bisa sama pertumbuhannya seperti 2011, yang mencapai 40%," kata Direktur Industrial Services, Colliers Indonesia, Rivan Munansa, di Jakarta, Senin (9/1/2012).

Ia menambahkan, tidak hanya kawasan industri baru yang siap dihuni 2012. Padahal permintaan di pasar cukup tinggi. Calon pembeli bahkan rela membeli 'desain' kawasan industri dan baru dapat dipakai paling cepat tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Problem utama adalah melanjutkan tren penjualan ini di tengah lahan yang terbatas. Lahan ada namun belum ready, belum cut and fill," tambahnya.

"Landlord terpaksa menjual barang, yang ready di 2012. Harganya tentu harga sekarang. Sering kali, perusahaan sudah harus ambil keputusan untuk ekspansi. Jadi harus dapat lahan. Kalau masih mau analisa, sampai lahan siap nggak dapat," tegas Research Manager Division Collier Indonesia, Ferry Salanto.

Sepanjang 2011, kenaikan paling tinggi terjadi di kawasan Karawang. Wilayah ini merupakan lokasi yang terbaik, dibandingkan yang lain, Serang, Bekasi, Tangerang, Bogor atau Jakarta.

"Karawang naik dua kali lipat. Bekasi naik 60%. Kenaikan rata-rata harga di 2011 tidak terlalu mengejutkan bagi kami," tegas Ferry.

Sepanjang 2011, Collier mencatat lahan industri telah terjual sebanyal 1.238,73 ha. Tahun 2010 saja, lahan industri yang terjual hanya 542,91 ha.

Pemilik lahan industri yang paling banyak menjual kawasan adalah Greenland, 116 ha, Bekasi Fajar 49 ha, Delta Silicon 12,85 ha, Jababeka 9,3 ha, and MM2100 2,8 ha.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads