Bappenas: Gedung Pencakar Langit dan Mal Bikin Jakarta Makin Sempit

Bappenas: Gedung Pencakar Langit dan Mal Bikin Jakarta Makin Sempit

- detikFinance
Kamis, 12 Jan 2012 14:45 WIB
Bappenas: Gedung Pencakar Langit dan Mal Bikin Jakarta Makin Sempit
Jakarta - Pembangunan menara pencakar langit serta mal-mal baru bakal membuat Jakarta makin semrawut dan sempit. Kenapa begitu?

Deputi Bidang Regional dan Pengembangan Otonomi Daerah Kementerian PPN/Bappenas Max Pohan mengatakan, menara tinggi dan mal baru bakal membuat daya tarik Jakarta meningkat, sehingga bakal menarik masyarakat dari luar Jakarta masuk ke Ibukota.

"Apa daya tariknya? tower-tower, mal-mal di Jakarta saya lihat itu pelayanan sudah nasional, sekali-kali saya lihat pendatangnya bukan domisili dari sini, Ambon, dari mana saja, belanja di Senayan City, jadi daya tariknya nasional, ini yang membangkitkan traffic," ujar Max saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tanpa adanya penambahan daya tarik seperti dengan dibangunnya tower-tower baru pun permasalahan Jakarta belum dapat terselesaikan. Untuk itu, diperlukan jeda guna memberikan kesempatan kepada Pemda Jakarta untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Saya mengajak orang Pemda supaya lebih menyadari betul kepentingan nasional, kedua karena di Jakarta sendiri perlu ruang gerak untuk mereka menata dirinya sendiri dulu, perlu ada semacam jeda, pengurangan daya tarik, supaya ada waktu, supaya ada kesempatan pemda untuk menata ulang seluruh permasalahan di Jakarta," jelasnya.

Max menilai memang pemikirannya tersebut agak sulit dilaksanakan, mengingat tugas Pemda untuk membangun daerahnya. Namun, lanjut Max, Pemda juga mempunyai tugas untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di daerahnya.

"Daerah manyatakan mereka tidak dapat menolak investor, investasi, tidak ada salahnya, benar juga. Tapi saya hanya mengajak melihat permasalahan ini dalam konteks nasional, coba ikut membantu menyukseskan pemerintah dalam program pembangunan nasional, dan membantu dirinya sendiri, jadi dapat menata ulang seluruh kesemwarutan di Jakarta," jelasnya.

Menurut Max, dengan adanya perlambatan pembangunan di Jakarta, maka pemda dapat melakukan perbaikan-perbaikan guna menyelesaikan masalahnya yang tidak kunjung beres hingga saat ini.

"Coba saja hujan sedikit, macet, tanpa hujan pun juga, itu baru soal traffic. Belum lagi persoalan lain, air minum, sampah, ini persoalan pelayanan dasar yang menjadi tugas pemerintah setempat, air minum Jakarta saja susah. Itu maksud kita, supaya mereka punya waktu untuk menata ulang, suapaya tidak setiap hari dijejali permasalahan yang semakin tinggi terakumulasi, jadi semakin tinggi daya tarik jakarta, maka akan tinggi persoalan-persoalan tadi," tegasnya.

Namun, Max menyatakan penyelesaian permasalahan di Jakarta tidak dapat diselesaikan oleh Jakarta sendiri. Untuk itu diperlukan kerjasama dengan kementerian pusat serta perlunya pembangunan daerah lain sehingga dapat mengurangi daya tarik Jakarta.

"Saya tahu dan semua tahu, masalah di Jakarta tidak bisa diselesaikan oleh Jakarta sendiri, harus bersama-sama dengan kementerian lembaga di pusat. Solusi yang lebih positif, kita mengimbangi daya tarik itu di tempat lain, itu yang Bappenas bisa lakukan.pada kesempatan yang sama, kita mengimbau daerah yang daya tariknya sudah berlebihan ini lebih calm down dululah, jadi kesimbangan dapat terjadi. Koridor MP3EI itu juga mendorong pemerataan ini," tandasnya.


(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads