Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga menjelaskan para debitur rumah murah mendapat beragam fasilitas menarik. Selain harga Rp 67 juta untuk tipe 22/60, uang muka (dp) rumah dibayar terlebih dahulu oleh Jamsostek. Sehingga secara berkala, debitur membayar cicilan selama 15 tahun dengan jumlah tetap.
Berikut ilustrasi sederhana perhitungan kredit rumah murah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Harga Rp 67 juta
- Tipe 22/60 (luas bangunan/luas tanah)
- BTN membiayai Rp 46 juta: perkiraan angsuran Rp 462 ribu per bulan selama 15 tahun, bunga BTN 8,15%.
- Jamsostek membiayai Rp 20 juta: perkiraan angsuran Rp 171 ribu per bulan selama 15 tahun, bungan Jamsostek 6%.
Sehingga debitur membayar cicilan dengan total sekitar Rp 633 ribu per bulan, tanpa uang muka.
Sementara Deputi Gubernur BI, Ardayadi menjelaskan, dari 600 peminat rumah murah, hanya 150 karyawan yang bisa mendapatkannya.
"Dari 2.000 outsourcing, 600 peminat, yang dapat 150," kata di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (16/1/2012).
Pada hari ini dilaksanakan acara serah terima kunci secara simbolik antara karyawan dengan BI, dan dihadiri Bank Tabungan Indonesia (BTN) dan PT Jamsostek sebagai lembaga penyedia uang muka dan fasilitas kredit.
Menurut Ardayadi, program tersebut bisa saja dilanjutkan namun mesti mendapat persetujuan dahulu dari bank sentral.
(wep/qom)











































