"BSD berencana meluncurkan setidaknya 10 sub-cluster baru kelas menengah-atas di cluster Avania, De Park, dan lainnya. Untuk keseluruhan BSD konsolidasi, luas area pengembangan kan bertambah menjadi 170 hektar yang mencakup 20 sub-cluster," kata Direktur dan Corporate Secretary Hermawan Wijaya di Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Ia mengatakan rencana ini untuk menjawab tingginya permintaan yang terus meningkat dari konsumen. Hal ini terlihat dari tingkat penjualan pre-sales yang rata-rata hanya membutuhkan kurang dari dua bulan untuk mencapai tingkat penjualan 70% lebih, dari saat perkenalan hingga peluncuran produk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belanja modal ini khususnya digunakan untuk mengakuisisi lahan dan meningkatkan nilai lahan, berupa pengembangan infrastruktur. Komersial ataupun residensial. BSD City memiliki lahan 2.000 hektar, dan kini tengah menggarap tahap II yang akan selesai hingga 2020.
Dengan rencana pengembangan ini, perseroan membidik penjualan Rp 4,2 triliun atau naik 22% dari tahun sebelumnya Rp 3,45 triliun. Segmen residensial menjadi kontribusi terbesar sekitar 70%, sisanya komersial.
Anak perusahaan, perseroan akan mengembangakan kawasan industri Benowo di Surabaya. Menempati area 300 hektar, kawasan ini akan diisi industri ringan dan komersial.
Selain itu, terdapat juga pengembangan residensial Grand City Balikpapan, serta Grand City di Kalimantan Timur. "Kami melihat ada opportunity baru di luar pulau. Pengembangan di Balikpapan dilakukan oleh anak usaha PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)," tuturnya.
(wep/hen)











































