"Kita sudah terbiasa kerja sama dengan BTN. BTN selain memiliki kemampuan SDM, juga infratrukturnya sudah jadi," kata Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesa (Apersi), Eddy Ganefo di Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Ia menambahkan, selain berpartisipasi dalam KPR FLPP kepada konsumen, BTN juga aktif dalam pembiayaan kredit konstruksi kepada pengembang rumah sederhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mudah untuk membangun sistem. Kalau pengalaman di BTN satu sampai dua minggu bisa akad. Kalau yg lain bisa berbulan bulan. Hal ini karena tidak siapnya sistem dan SDM mereka," tuturnya.
"Untuk penyiapan sistem bisa mencapai tiga bulan baru running. Belum lagi melatih SDM di lapangan, bisa berbulan bulan juga. Akan lebih parah lagi kalau SDM-nya belum ada. Artinya harus merekrut baru. Wah, apa jadinya nanti? Tapi mudah-mudahan kekhawatiran saya ini tidak terjadi," imbuhnya.
BTN adalah bank penyalur FLPP yang mengajukan bunga paling mahal yaitu 8,55%. Bahkan setelah pemerintah menghapus beban asuransi kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bunga BTN tetap paling tinggi 8,22%.
Bunga BTN jauh di atas penawaran bank BUMN lain. Misalkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menawarkan bunga FLPP sebesar 7,12%, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menawarkan 6,35%.
(wep/hen)











































