"Perkiraan ke depan, tambahan pasokan hotel akan terjadi di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan, juga wilayah Cilegon yang dikenal dengan kota Industri. Permintaan dari kawasan wisata domestik akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perkembangan hotel di Banten," jelas laporan Bank Indonesia (BI) soal properti komersial, yang dikutip Jumat (10/2/2012).
Sebagai gambaran, BI mencatat pada 3 bulan terakhir tahun 2011 hotel-hotel di Banten mengalami kenaikan 2,85% dengan okupansi 65,26%. Sementara itu terjadi puncak permintaan hotel di kawasan Banten pada Libur Natal dan Tahun Baru dengan okupansi (tingkat hunian) melonjak hingga 98%. BI juga mencatat tingkat sewa hotel di Banten naik 17,73% (q to q) menjadi Rp 858.068 per kamar per malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingginya permintaan ini mengakibatkan tarif kamar meningkat 8,38% (q to q) menjadi Rp 575.244 per kamar per malam," jelas laporan itu.
Sementara itu hotel di Jakarta pada akhir tahun lalu mendapat pasokan kamar baru dengan beroperasinya Hotel Santika Taman Mini menjadi 24.727 kamar atau naik 0,41%. Pangsa pasar hotel bintang 4 di Jakarta saat ini yang terbesar dengan persentase 38,24%, bintang 5 sebesar 37,09%, dan bintang 3 sebesar 24,36%.
"Pada tahun 2012 diharapkan akan ada tambahan kamar hotel sekitar 1.500 kamar dari pembangunan 8 hotel yang saat ini masih dalam tahap proses konstruksi," katanya.
(hen/dnl)











































