Djan Faridz: Yang Teriak Itu Pengembang, Bukan Rakyat

Djan Faridz: Yang Teriak Itu Pengembang, Bukan Rakyat

- detikFinance
Jumat, 10 Feb 2012 14:09 WIB
Djan Faridz: Yang Teriak Itu Pengembang, Bukan Rakyat
Jakarta - Tertundanya program KPR subsdi skema FLPP tak membuat Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz gusar. Menurutnya yang selama ini mengeluhkan mandegnya program FLPP adalah pengembang bukan rakyat atau konsumen.

"Yang teriak-teriak itu pengembang. Rakyat tidak pernah merasa dipersulit oleh saya. Yang dipersulit pengembang," kata Djan di kantornya, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Dengan gamblang, Djan menegaskan selama ini pengembang belum pernah mengeluhkan tertundanya program FLPP ke kementeriannya secara langsung. Ia tahu pengembang hanya teriak-teriak ke media dan anggota DPR-RI di Senayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau rugi dia ngandunya ke PU (Kementerian Pekerjaan Umum), soal konstruksinya. Kalau ke saya belum ada yang bilang langsung," paparnya.

Adanya keluhan pengembang yang merugi, justru ia merasa aneh. Baginya pengembang properti adalah pedagang. "Tukang bakso saja nggak mau rugi, masak pengembang rugi. Kalau jadi pengembang pun harus pengembang yang pandai," ujar Djan.

Baginya, pengembang bisa memindahkaan kredit ke bank lain dengan penawaran bunga lebih rendah, sehingga tak tergantung oleh salah satu bank saja. "Bisa pindah ke bank lain kan, BCA saja 7% (bunga KPR), selanjutnya floating tapi plus minus 10%," serunya.

Seperti diketahui selama ini para pengembang melalui Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dan Real Estate Indonesia (REI) mengeluhkan soal kisruh bunga FLPP yang belum berakhir. Mereka mengaku penjualannya terganggu, karena selama ini BTN selaku penyalur rumah subsidi belum mau menandatangani perjanjian kerja operasional (PKO) untuk FLPP 2012.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan pengembang selama ini hanya mendapat janji semata oleh Menpera Djan Faridz. Hasilnya sampai saat ini belum ada titik temu antara menpera dengan bank penyalur FLPP termasuk PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

"Pada 16 Januari kami sudah ketemu dengan Menteri Menpera (Djan Faridz), dijanjikan awal Februari FLPP dibuka, ternyata krannya masih tertutup, datang lagi kami awal Februari, kondisinya tetap sama," ujarnya kemarin.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads