Optimisme ini disampaikan Djan Faridz dalam perbincangan dengan wartawan yang bertepatan dengan 100 hari masa kerjanya sebagai Menpera di kantornya, Jakarta, Jumat (10/2/2012).
"Saya tanya Pak Iqbal (Direktur Utama BTN), dalam satu bulan Desember mencairkan kredit 33.000 rumah. Kalau 10 bulan saja bisa 330.000. Kalau empat bank, tinggal dikali jadi 1,3 juta rumah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau empat bank tinggal dibagi rata saja. Kalau target kita kan 180.000, dengan skema 60:40. Kalau skema berganti 50:50 sesuai keinginan kita, akan tambah menjadi 200.000," paparnya.
Pihaknya juga tidak ingin bergantung kepada salah satu bank, BTN yang biasanya menjadi yang paling dominan sebagai bank penyalur. "Dulu bank lain kontribusinya dikit. Karena mereka belum paham. Tahun ini kami jelaskan FLPP seperti apa," imbuhnya.
Djan juga mengusulkan kepada bank untuk bertindak efisien dalam mengoperasikan perusahaan. Di sisi lain, bank juga harus memperbesar sumber dana murah seperti tabungan dan deposito sehingga kredit yang mereka salurkan, akan berbunga lebih rendah dari saat ini.
"Kalau pakai obligasi itu mahal. Kemampuan mereka juga terbatas, makanya mereka cari uang di luar, pasar modal," pungkasnya.
(wep/hen)











































