Pasalnya, struktur pendanaan BTN unik dan pada kenyataannya perseroan adalah pemain terbesar pada pembiayaan perumahan.
"Saya bicara selaku Ketua Himbara, untuk BTN kita minta subsidi lebih tinggi. Kalau untuk yang lain 50:50 tidak apa. Tapi untuk BTN harus lebih tinggi," tutur Ketua Himbara Gatot M. Suwondo di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"FLPP kan untuk bantu rakyat. Tetap ada untung. Kita juga legowo, ya silahkan. Kalau skimnya 50:50, BTN tidak akan sanggup. Sia tidak bisa masuk. Sedangkan bank Himbara lain tidak masalah dengan skim tersebut bunga 7,25%," papar Gatot.
(wep/ang)











































