Hal ini ditegaskan Direktur Utama Bukopin, Glen Glenardi di kantor BNI, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
"Kita tetap berkeinginan ikut FLPP. Kita sedang hitung-hitung. Plafon kita kalau jadi, bisa Rp 1 triliun," katanya.
Perseroan mengaku, struktur biaya KPR Bukopin dan Bank Tabungan Negara (BTN) nyaris sama. Sehingga ia pun menyarankan kepada Kemenpera agar porsi penyertaan pemerintah dan perbankan tidak berubah, jadi 60:40, dari usulan Menpera Djan Faridz, 50:50.
"Kalau 50:50 berat. Kita ga setuju. Kalau tetap berimbang kita ga masuk, tapi kalau tetap seperti sebelumnya masuk. Structure cost BTN dengan Bukopin hampir sama," paparnya.
"Kalau unit penyerapannya, saya tidak hafal. Tapi kita sudah banyak kerja sama dengan beberapa pengembang seperti di Malang, Karawang, Bekasi, Tangerang," tambah Glen.
(wep/ang)











































