Sebanyak 70 kota menjadi target pemerintah, sekitar 48 diantaranya mengalami penurunan harga di bulan Januari. Pada bulan Desember, 52 kota juga sudah mengalami penurunan harga rumah berdasarkan keterangan tertulis Biro Statistik Nasional China dikutip dari AFP, Sabtu (18/2/2012).
Pemerintah setempat memang sudah memperketat aturan real estat di China, seperti melarang pembelian rumah kedua, menaikkan uang muka dan menarik pajak properti baru di beberapa kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Perdana Menteri China Jiabao baru-baru ini menyatakan pemerintah sama sekali tidak akan mengubah kebijakan properti yang sangat ketat tersebut demi memperbaiki sentimen pasar.
Lembaga Analisa Properti EC Harris dalam risetnya mengatakan, melambatnya pertumbuhan ekonomi China tak terhindarkan lagi. Yang perlu diperhatikan adalah imbasnya kepada pertumbuhan ekonomi dunia
"Dalam jangka menengah, harga properti masih akan turun selama kebijakan pemerintah tidak berubah," kata riset tersebut.
Sejak tahun lalu, pasar properti China mulai melemah, terlihat dari minimnya investasi dan penjualan setelah keluarnya kebijakan pemerintah yang sangat ketat tersebut.
Para pemain properti di negeri panda itu mulai tertekan akibat kebijakan tersebut, ditambah naiknya suku bunga dalam rangka menekan inflasi.
(ang/ang)











































