Pihak kementerian perumahan rakyat (Kemenpera) sangat yakin harga rumah murah Rp 70 juta bisa dibangun di sekitar pinggiran Jakarta. Asalkan kalangan pengembang tak banyak mengambil untung.
Deputi Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo mengatakan berdasarkan hasil prototipe rumah murah, harga untuk bangunan rumah murah mencapai Rp 25 juta diluar tanah. Apalagi saat ini pemerintah memiliki subsidi prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) dengan nilai Rp 6,25 juta per unit.
Ia menambahkan dengan harga tanah di kisaran Rp 200.000 per meter, dengan berbagai fasilitas keringanan lainnya maka rumah murah semacam ini sangat bisa dibangun di pinggiran Jakarta. Apalagi dengan volume pembangunannya lebih banyak, dengan metode pengerjaan yang cepat maka biaya operasional bisa lebih ditekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsipinya pengembang bisa dapat profit masalahnya tinggal kita imbau agar mengambil untung tak terlalu banyak," katanya kepada detikFinance di kantornya, Selasa (6/3/2012)
Saat ini soal ketersedian rumah murah seharga Rp 70 juta di sekitar Jakarta, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Real Estate Indonesia (REI). "Kita masih koordinasi dengan REI mereka bisa menginformasikan rumah yang siap," katanya.
Sementara itu Deputi Perumahan Formal Pangihutan Marpaung mengatakan selama ini pemerintah memang tak pernah tahu berapa keuntungan yang diambil oleh pengembang.
"Mereka tertutup berapa sih keuntungan pengembang, 30%? 40%?, mereka tak terbuka," katanya
Seperti diketahui pemerintah sedang mengkampanyekan pembangunan rumah murah Rp 70 juta termasuk tanah. Dari prototipe yang sudah dibuat rumah semacam ini biaya konstruksi dan bangunannya hanya Rp 25 juta belum termasuk tanah. Contoh rumah ini bisa dilihat halaman kantor Kemenpera di Jakarta. (hen/dnl)










































