Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, Senin (12/3/2012), perseoran tidak menjual kios sepanjang tahun lalu. Namun total penjualan real estate terbukti meningkat menjadi Rp 1,343 triliun dari periode yang sama 2010 Rp 765,21 miliar. Penjualan tanah kavling perseroan sepanjang 2011 mencapai 235 unit. Sementara penjualan rumah 484 unit.
Namun jika ditambahkan pencapaian jasa hospitaliti dan prasarana, penjualan bersih Alam Sutera berada pada kisaran Rp 1,38 triliun. Tercatat perseroan berhasil membukukan pendapatan jasa dari pengelolaan kota Rp 15,68 miliar, kemudian rekreasi dan olahraga Rp 3,99 miliar, sewa dan lain-lain masing-masing Rp 8,1 miliar dan Rp 9,38 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba bersih ASRI pun mencatat hasil yang fantastis, dimana terjadi pertumbuhan 107,2% dari Rp 290,89 miliar menjadi Rp 602,73 miliar. Laba per saham naik dari Rp 16,26 per lembar menjadi Rp 33,68 per lembar.
Jumlah aset perseroan per 31 Desember 2011 tercatat Rp 6,007 triliun naik dari periode sebelumnya Rp 4,587 triliun. Terjadi peningkatan pada pos piutang lain-lain dari Rp 3,35 miliar menjadi Rp 13,6 miliar. Deposito berjangka ASRI juga naik dari Rp 143,29 miliar menjadi Rp 255,05 miliar. Total kewajiban perseroan juga naik dari Rp 2,37 triliun menjadi Rp 3,22 triliun.
(wep/ang)











































