Para pengembang Hong Kong ini juga diminta memberikan masukan tentang desain pembangunan kota baru di Indonesia. Para pengusaha properti asing diharapkan dapat meningkatkan investasi di sektor perumahan.
"Para pengusaha yang bergerak di bidang infrastruktur dan realestat di Hong Kong memiliki banyak pengalaman dalam pembangunan serta penataan hunian secara vertikal. Oleh karena itu, saya mengajak mereka untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan rumah susun serta kota-kota baru di Indonesia," kata Djan Faridz dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/3/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pengembangan kota-kota baru seperti Kota Maja, imbuh Djan Faridz, akan terus dilakukan supaya kegiatan perekonomian serta kawasan permukiman tidak hanya terfokus di Ibukota Jakarta. Saat ini, setidaknya Indonesia juga telah mendapatkan bantuan pinjaman lunak dari Jepang untuk pembuatan desain kota dan infrastruktur di Kota Maja.
"Ibukota Jakarta, Medan, Surabaya dan Bandung sudah terlalu padat untuk perumahan masyarakat. Oleh karena itu kami tengah berupaya agar tanah di Kemayoran yang luasnya sekitar 300 hektar bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah," tandasnya.
Djan Faridz memperkirakan hunian vertikal tersebut dapat menampung sekitar 500.000 orang lebih masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak huni. Selain itu, ia juga mengupayakan penataan kawasan kumuh di sepanjang Kali Ciliwung agar mereka juga bisa dipindahkan ke Rusun yang akan dibangun tidak jauh dari Stasiun Manggarai.
"Upaya untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia agar lebih suka tinggal di Rusun ketimbang di rumah tapak memang tidak mudah karena budayanya memang berbeda dengan negara asing lainnya. Namun kami tidak akan menyerah dan akan terus menggandeng masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan Rusun di daerah," harapnya.
(hen/dnl)











































