Jakarta Masih Butuh Banyak Mal Baru

Jakarta Masih Butuh Banyak Mal Baru

- detikFinance
Selasa, 10 Apr 2012 14:23 WIB
Jakarta Masih Butuh Banyak Mal Baru
Jakarta - Bagi pengembang properti penambahan mal-mal baru di Jakarta masih dibutuhkan karena jumlah penduduk yang terus bertambah dan menggeliatnya kelas menengah.

Penambahan mal diyakini tak akan menyebabkan kondisi 'kanibal' antar mal yang bisa memicu mal sepi pengunjung.

"Nggak ada masalah dan nggak akan ada kanibal karena itu ada segmen pasarnya sendiri. Seperti Mal Pondok Indah, Mal Kelapa Gading, atau Mal Klender. Itu segmen pasar sendiri," kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso detikFinance di Kantor Pusat DPP REI, Selasa (10/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain penambahan mal, harus ada upaya mal agar lebih kompetitif untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan. "Biarkan mekanisme pasar yang berjalan dan hukum pasar yang berlaku. Kalau dia nggak laku dia akan tutup," katanya.

Setyo menyebutkan kalau di Jakarta masih membutuhkan penambahan mal karena penghasilan masyarakat di Jakarta khususnya kelas menengah yang terus meningkat. "Kelas menegahnya jelas tumbuh besar sebesar 52%," tegasnya.

Terkait penduduk Jakarta yang lebih banyak dan senang belanja ke mal di luar negeri seperti Singapura. Malah ditanggapi enteng oleh ketua DPP REI ini. "Kalau itu nggak bisa dihilangkan, itu kebiasaan. Cuma dengan meminimalisir dengan pengingkatan jumlah mal," tambahnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan sebelumnya mengeluhkan pengunjung mal-mal di Jakarta yang berkurang akhir-akhir ini. Masyarakat diketahui lebih memilih berbelanja di luar negeri.

"Shopping center kehilangan pengunjung. Udah pada hilang ke Singapura, Hongkong dan Korea, sekarang jadi favorit," kata Ridwan kemarin

Mal-mal ibukota semakin kehilangan pengunjung, saat libur panjang tiba. Sebagian warga Jakarta juga menyerbu Bandung, sebagai tempat wisata baru yang lebih menjanjikan. "Kalau waktu liburan dikit aja, pada lari ke Bandung. Jadi menghabiskan uangnya bukan di Jakarta," tuturnya.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads