Kepala Riset Asia Pasifik Jones Lang LaSalle, Jane Murray mengatakan properti mewah pada 2012 akan terus mengalami pertumbuhan di Jakarta, China, dan Singapura. Walaupun Khusus untuk rumah mewah di China dan Singapura diprediksi mengalami penurunan pada tahun ini.
Jane menguraikan dalam laporan "Jones Lang LaSalle Issues Q1-2012 Asia Pasific Residential Index" menyebutkan kenaikan harga 4,3% di triwulan I-2012 disebabkan peningkatan permintaan konsumen serta upaya pengembang dalam membangun properti. Ia menyebutkan dalam setahun terakhir, harga properti di Jakarta mengalami pertumbuhan hingga 16%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan Jones LaSalle Issues menjelaskan di tengah krisis ekonomi global, properti rumah mewah di Jakarta paling menguat dibandingkan kota-kota besar lainnya di Asia.
Ia mencontohkan misalkan harga proepeti mewah di Shanghai, China justru mengalami penurunan 1,2% di triwulan I-2012.
Begitupun Kota Beijing yang juga turun sampai 2,3% akibat adanya kebijakan pemerintah negara tersebut dalam mengatur penjualan properti yang lebih ketat. Hal ini berpengaruh terhadp pengembang di China yang menjual proeprti mewah dengan harga diskon.
Selain itu, negara potensial lainnya yaitu Singapura juga mengalami penurunan mencapai 2%. Angka ini berbeda dengan enam triwulan berturut-turut sebelumnya yang memperihatkan kestabilan.
Sementara itu, properti di Hong Kong memperlihatkan pertumbuhan dalam enam bulan terakhir. Properti mewah di Hongkong mengalami pertumbuhan 1,4% karena pengaruh suku bunga pinjaman yang rendah. Selain itu, sektor perbankan yang aktif memberikan hipotek turut mempengaruhi kenaikan permintaan properti mewah.
"Harga properti mewah untuk perumahan di Hong Kong menunjukkan angka stabil setelah turun selama enam bulan terakhir. Sedangkan, untuk properti di Kuala Lumpur dan Bangkok masih stabil," papar Jane.
(hen/hen)











































