Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto mengatakan kecenderungan kota Jakarta masih menggiurkan untuk investasi properti disebabkan keuntungan yang besar serta risiko yang aman.
Ia menyebutkan saat ini ada segmentasi rumah mewah yang baru dibangun antaralain kawasan Ancol, Pantai Indah Kapuk, serta Kebayoran Baru. Banyaknya permintaan membuat pengembang merombak rumah bekas dengan membangun rumah baru seperti di Kelapa Gading dan Cibubur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Principal Ray White Kelapa Gading David Tjandra menilai pembelian properti mewah yang tetap mengalami pertumbuhan disebabkan daya beli investor lokal yang tinggi.
Ia menjelaskan banyak investor yang membeli rumah mewah bekas kemudian dijual kembali di periode tertentu dengan keuntungan sedikitnya 10%n. Misalnya, di kluster perumahan mewah Bukit Gading Villa, Kelapa Gading yang di kuartal pertama tumbuh 1,8% dibanding tahun lalu untuk tipe bekas seharga Rp 5-8 miliar per unit.
"Mungkin nanti setelah Juni, investor agak kaget karena peraturan LTV (loan to value) dari BI (Bank Indonesia). Tapi, itu hanya sebentar saja," paparnya.
(hen/hen)











































