Sarinah yang diresmikan 15 Agustus 1966 lalu oleh Presiden Soekarno, menjadi salah satu gedung yang masih diingat Presiden AS Barack Obama dalam kunjungannya beberapa waktu lalu.
Lalu apa saja sebenarnya bisnis Sarinah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perkembangannya, Sarinah merambah bisnis perdagangan antaralain bidang ekspor mencakup ekspor furnitur. Pada 2011, perseroan memulai bisnis barunya yaitu ekspor singkong ke China sebanyak 5.000 ton.
Sarinah juga dikenal sebagai importir minuman beralkohol setidaknya semenjak ditunjuk pemerintah 2005.
Sarinah mengimpor minuman alkohol dari Prancis, Australia, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. Mereka juga aktif mengimpor saccharine untuk menyuplai pabrik-pabrik di Indonesia. Perseroan juga pernah melakukan bisnis impor beras, bahkan pernah juga mengimpor cengkeh.
Masih di sektor perdagangan, Sarinah juga berbisnis distribusi sembako seperti terigu, gula, beras, atsiri, air mineral, coklat dan lain-lain kepada agen dan konsumen akhir.
Sementara itu di bidang bisnis properti, perseroan menyewakan beberapa ruang untuk bisnis, perkantoran di gedung mereka di Sarinah Thamrin antara lain bidang hiburan ada afterhour, Inul Vizta.
Di bidang makanan dan minuman ada tempat penyewaan untuk McDonald's, DunkinDonuts, Hoka Hoka Bento, Hot Planet, A Cup of Java, Roti Boy, KFC, Chillis.
Dibidang lainnya ada penyewaan untuk i-radio Jakarta, Sari Valas,Indosat, Hero, TX Travel, Alfa Express, Day' Trans, Mr. Pax.
Perseroan juga memiliki anak usaha antaralain PT Sariarthamas Hotel Internasional yang merupakan perusahaan pengelola Hotel Sari Pan Pacific, lalu juga ada usaha perusahaan valuta asing yaitu PT Sari Valas.
Dari sisi kinerja keuangan, cenderung menurun misalnya pada 2010, Sarinah hanya dapat membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp.11.022.280.000 atau tercapai 42,27% dari RKAP atau mengalami penurunan sebesar 41,63% dari 2009.
Seperti diketahui Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Jimmy M. Rifai Gani hari ini mengumumkan pengunduran dirinya sebagai dirut PT Sarinah. Jimmy memohon izin kepada pemegang saham (pemerintah) untuk melanjutkan studi karena mendapatkan beasiswa ke Harvard University, AS.
(hen/dnl)











































