Intiland Bangun Hotel di Makassar Rp 60 Miliar

Intiland Bangun Hotel di Makassar Rp 60 Miliar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 08 Jun 2012 12:01 WIB
Intiland Bangun Hotel di Makassar Rp 60 Miliar
Jakarta - PT Intiwhiz International, anak usaha PT Intiland Development Tbk kembali menghadirkan hotel baru di Makassar. Hotel ini menjadi bagian dari jaringan Whiz yang sebelumnya sudah berdiri di Yogyakarta, Semarang, Kalimantan, dan Bali.

Perseroan menggandeng mitra strategis yakni PT Megah Jaya Prima Lestari, dengan penyertaan modal pembangunan Rp 60 miliar. Kesepakatan kerjasama terlaksana Jumat (8/6/2012), dengan rencana pembangunan Wihz Hotel Makassar pada Oktober 2012 dan siap beroperasi akhir 2013.

Direktur Utama Intiwhiz, Moedjianto Soesilo Tjahjono menerangkan, Gran Whiz hadir melihat kebutuhan akan hunian di Makassar yang tinggi. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), jumlah wisatawan yang datang ke Makassar terus meningkat. Pada 2011 wisatawan domestik mencapai 3 juta orang atau naik 32% dari periode sebelumnya. Sedangkan Wisman 32.385 orang atau meningkat 15%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara jumlah kamar yang tersedia di Makassar hanya 6.500 unit dan tersebar pada 196 hotel. "Jumlah ini sangat kurang, mempertimbangkan perkembangan jumlah wisatawan maupun keperluan bisnis," jelasnya.

Terlebih dengan okupansi di Makassar rata-rata mencapai 65%-70% dan pada saat tertentu terjadi kekurangan kamar ketika penyelenggaraan pariwisata atau bisnis.

Perseroan pun berencana menambah dua hotel baru di Bali. Sebelumnya Intiwhiz telah mengoperasikan dua hotel di Legian dan Sanur. Pertama di Jalan Gatot Subroto, di mana perseroan mengajak mitra strategis PT Batu Sari Lestari sebagai investor.

Satu hotel lain siap hadir di Sanur. Getolnya perseroan membangun hotel, khususnya di Bali bukan tanpa alasan. Provinsi ini terus berkembang sebagai pusat wisata dan bisnis di Indonesia.

"Bali tingkat huniannya masih kuat. Ada market yang masih terbuka lebar," tegas Direktur Operasional Intiwihz, Ndang Mulyadi.



(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads