Hal ini yang dirasakan Far East Organization, salah satu pengembang besar Singapura. Bunga ekstra ringan tentu memudahkan pembayaran pembelian meski harga properti di Singapura tergolong mahal.
"Suku bunga disini rendah 1,2% p.a, dan maksimal mencapai 2%," kata Deputy General Manager Far East Organization, Tommy William, di kantornya, Scotts St, Singapura, Selasa (19/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandingkan kondisi Indonesia terkini. Bunga KPR termurah 6,99% (promo) dengan jangka waktu pinjaman 15 tahun, meski Bank Tabungan Negara (BTN) sudah memulai tenor pinjaman hingga 25 tahun.
Pemerintah Singapura juga tidak main-main dalam memberi izin pembangunan kepada developer. Mereka menggaransi setiap pembeli properti mendapatkan haknya selama kewajiban pembayaran telah dipenuhi.
"Pengembang sudah digaransi pemerintah. Kalau bangkrut akan di-take over pemerintah. Bisa dilanjutkan proyeknya atau uangnya dikembalikan," ucapnya.
"Alasan lain kenapa investasi di Singapura, mata uang dolar Singapura stabil. Bahkan cenderung menguat, bukan karena rupiah melemah menjadikan mata uang Singapura naik. Bisa dilihat, mata uang Singapura juga menguat dengan mata uang negara lain," tegas Tommy.
(wep/ang)











































